Tuesday, July 2, 2013

Gempa Aceh Buat Runtuh Dinding Kawah Gunung Api Burni Telong

Gempa Aceh Buat Runtuh Dinding Kawah Gunung Api Burni TelongTRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Gempa tektonik darat 6,2 SR yang mengguncang Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Selasa (2/7/2013) bukan hanya merusak bangunan dan merenggut korban jiwa tetapi juga memunculkan berbagai fenomena lainnya, seperti runtuhnya dinding kawah Gunung Api Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah.
Said Ikhsan menyerukan masyarakat di sekitar kaki Gunung Api Burni Telong tidak perlu takut dan resah atau terpengaruh dengan berbagai info yang menyebut gunung itu mau meletus dan sudah siaga 1.
Informasi bahwa aktivitas Gunung Api Burni Telong masih normal diterima Said Ikhsan dari tiga orang petugas Pos Pemantau Gunung Api Burni Telong di Bener Meriah. Said Ikhsan didampingi Kabid Geologi, Akmal Husen dan Kasie Geologi, Mukhlis menjelaskan, gempa tektonik darat yang terjadi pada pukul 14.37 WIB di Daratan Tinggi Gayo disebabkan adanya pergeseran pergerakan sesar Samalanga Sipokok.
Sesar Samalanga Sipokok bergerak karena sesar Semangko/Utama/Sumatera bergerak dan bergeser. Pergerakan sesar Sumatera itu telah membuat sesar lainnya yang berada di wilayah sesar Sumatera ikut bergerak.
"Setiap pergerakan sesar akan membuat gempa dan kondisi ini terus akan terjadi, sampai ditemukannya keseimbangan baru pada wilayah sesar tersebut. Pergerakan sesar itu membuat gempa susulan dan hal inilah yang membuat masyarakat ketakutan, seolah-olah Gunung Api Burni Telong mau meletus," kata Said Ikhsan.
Yang pasti, kata Said Ikhsan, sumber gempa bukan karena magma atau dapur lahar yang terdapat dalam perut bumi Gunung Api Burni Telong. Sebab, berdasarkan hasil pencatatan sesmograp disimpulkan kondisi Gunung Api Burni Telong masih normal.
Kalau pun ada suara gemuruh atau terlihat seperti asap, itu karena rontoknya dinding kawah akibat guncangan gempa.
"Karenanya tak perlu panik apalagi sampai terpengaruh dengan isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Said Ikhsan.

No comments:

Post a Comment